Langsung ke konten utama

Penerapan Data Mining pada Supermarket

PENERAPAN DATA MINING PADA SUPERMARKET



Data Mining adalah sebuah aktifitas dan bukanlah sebuah algoritma atau program. Dalam pelaksanaan aktifitas Data Mining maka seringkali digunakan berbagai teknik ataupun algoritma yang berasal dari berbagai disiplin ilmu misalnya statistik, artificial intelligence ataupun machine learning.Data mining, sering juga disebut knowledge discovery in database (KDD), yaitu kegiatan yang meliputi pengumpulan, pemakaian data historis untuk menemukan keteraturan, pola atau hubungan dalam set data berukuran besar. Keluaran dari data mining bisa dipakai untuk memperbaikin pengambilan keputusan dimasa depan. Algoritma apriori adalah adalah algoritma yang paling terkenal untuk menemukan pola frekuensi tinggi.
Supermarket merupaka sebuah toko yang menjual segala kebutuhan sehari-hari. Supermarket secara arfiah diambil dari bahasa Inggris yang artinya adalah pasar besar. Barang barang yang dijual di supermarket biasanya adalah barang barang kebutuhan pokok. Seperti bahan makanan, minuman, dan barang kebutuhan lainnya . Untuk transaksi penjualan hampir semua supermarket sudah menggunakan sistem informasi penjualan. Salah satu data yang dihasilkan dari sistem informasi penjualan tersebut adalah transaksi data penjualan produk. Dengan kegiatan penjualan setiap hari maka otomatis data penjualan tersebut makin lama akan makin bertambah banyak. Jika dibiarkan saja maka data tersebut tidak berguna dan bermanfaat. Agar data penjualan dapat berguna dan bermanfaat maka dibutuhkan sebuah algoritma pengolahan data. Salah satu algoritma pengolahan data adalah algoritma apriori. Keluaran dari algoritma apriori adalah pola data transaksi penjualan atau pola pembelian produk yang dilakukan oleh konsumen di supermarket.
 Manfaat dan guna untuk pihak supermarket adalah bisa dijadikan sebagai pedoman dalam penyusunan katalog produk misalnya produk yang paling banyak terjual diletakan ditempat yang mudah dicari dan produk yang banyak terjual secara bersamaan diletakkan ditempat yang berdekatan. Untuk menghasilkan rule atau aturan antar item khusus untuk produk yang terjual secara bersamaan digunakan teknik association rule yaitu teknik untuk menemukan hubungan antar relasi atau korelasi antar himpunan item. Permasalahan yang diuraikan dalam penelitian ini adalah bagaimana membentuk pola kombinasi itemsets dan membuat aturan dengan teknik association rule. Pengetahuan yang dihasilkan dari pengolahan data penjuualan dengan algoritma apriori yakni berupa pola kombinasi dan aturan asosiasi dapat digunakan oleh pihak supermarket salah satunya adalah pada penyusunan katalog produk.

Komentar